Kalian pasti punya cita-cita kan? Begitu pula denganku, pada postingan ini aku akan berbagi cerita tentang Cita-citaku.
Cita-cita pertamaku aku dapat saat berada di TK (Kindergarten) yaitu menjadi Pilot. Kenapa aku pengen jadi pilot? karena ayahku dulu suka pergi keluar negeri meninggalkanku di Indonesia dan pulang sekitar setahun sekali. Waktu itu aku pikir aku juga pengen ke luar negeri, setelah baca buku bergambar, dan nemu gambar pilot sama pesawatnya, aku kepengen jadi pilot.
2 tahun tak terasa si tempat yang menyenangkan itu, aku mulai memasuki bangku SD, seperti pada anak-anak umumnya aku juga ngerasain yang namanya minder. Temenku TK yang satu kelas sama aku cuma Erun, dan dia perempuan,dan di TK aku nggak terbiasa main sama dia. Nah, di SD itu aku sering ikut lomba dan bahkan tersering selama jenjang masa pendidikanku. Sampai-sampai aku diwawancarai oleh wartawan setelah memenangkan lomba Calistung (baCa tuLis hiTung) dan ditanya cita-cita. Tapi anehnya bukan pilot yang kujawab, tapi Polisi.
Itu karena waktu itu aku lihat polisi pegang senapan dengan gagah dan cocok dengan sifatku yang pembela kebenaran. Masuk koran deh jadinya. Tentu ibuku heran, kenapa aku ganti cita-cita. Tapi maklum lah namanya anak-anak.
Pada saat kelas 4 SD aku mulai memahami pekerjaan ayahku yang merupakan seorang insinyur. Maka lagi-lagi aku ganti pekerjaan menjadi seorang Arsitek. Loh? kok nggak insinyur? Karena dulu aku taunya insinyur sama arsitek itu mirip,dan bakat menggambarku juga meningkat.Ya kukira arsitek itu cuma nggambar rumah yang kita inginkan trus selesai. Tapi,.. E... taunya
(image source: image.google.com)
Yak, aku menyerah ...
Tapi untungnya 'bakat' menggambar yang kupunya itu aku kembangkan lagi (baca : stagnan) hingga aku mencapai jenjang SMP guys. Nah, pada saat SMP aku mulai suka tuh sama yang namanya Baca Komik Manga. Sedikit-sedikit kuisi waktu luangku membaca komik dan akhirnya aku memutuskan cita-citaku pindah jurusan menjadi Detective. Karena kayaknya keren gitu lho guys kalo jadi Detective... bisa tau ini tau itu tau tau udah ketangkep aja pelakunya (padahal masih perlu 1x360 menit untuk mencerna)...
source : image.google.com
Jadi menurutku Detective itu keren gitu lho guys... pinter banget... nalarnya jalan... banyak ide,, kreatif, dsb... yang jelas sifat-sifat itu bersenderan dengan ku, memandang arah yang berbeda. Udah gitu didukung oleh nilai matematikaku yang seretnya kayak abis nelen bubuk kayu manis...
Nah dan sepertinya cita-citaku itu bertahan hingga turun minum...
Maksudnya Lulus SMP...
Nah pas masuk SMA aku malah tertarik sama cita-cita kebanyakan orang di alam manusia yang penuh canda ini,, [Eh..] yaitu menjadi seorang Tobiibun (baca : Dokter). Kalian tahu kenapa? mungkin karena pikiranku yang telah menjadi semakin normal dan umum atau kupikir kebanyakan karena saran orang lain aja sih...
source: image.google.com
Temenku bilang "Eh kenapa kamu ngga jadi Dokter aja sih? Kamu kan ******, gajinya gede lhoo".
Lalu dapet dari suatu seminar "Ilmu Kedokteran/ Ilmu Medis itu akan berguna sepanjang manusia masih ada".
Lalu ibunda bilang "Wah kamu berani motoin (me+foto) kakinya abah (kakek) yang habis dioperasi". Sontak aku kaget, terkejut, oiya ya kenapa aku ngga takut aja yaa? Kenapa harus berani? Tapi aku ngga bisa sengaja takut gitu lho, menurutku itu biasa aja...
Lalu aku berpikir, merenung, bertanya, hingga mengigau tentang aku nanti ingin menjadi apa?
Akhirnya setelah 365 kali matahari terbit, aku memutuskan untuk menjadi seorang Dokter! Aku mempunyai impian lain,, yahh tapi ngga ada sangkut pautnya sama profesi sih (bae lah)
Aku ingin mengunjungi berbagai Negara di Dunia yang fana, congkak, senang pembabatan hutan, hingga Agritassi politik [Eh..], mempelajari minimum 5 bahasa dan Belajar berbagai ilmu beladiri.
(bersambung...)
Sekian Postingan saya kali ini ,



